GENEALOGI UBI IUS IBI REMEDIUM DALAM REKONSTRUKSI PERTANGGUNGJAWABAN PERDATA NEGARATHE GENEALOGY OF UBI IUS IBI REMEDIUM AND THE RECONSTRUCTION OF STATE CIVIL LIABILITY

Authors

  • Ayyub Kadriah universitas pamulang Author
  • Herliana Heltaji universitas pamulang Author

Keywords:

ubi ius ibi remedium; genealogi hukum; pertanggungjawaban negara; responsibility-liability-accountability; doktrin tanggung jawab berlapis.

Abstract

Maksim ubi ius ibi remedium lazim dipahami sebagai aksioma keadilan universal: setiap hak niscaya berkorelasi dengan remedium. Maka dilakukan upaya menelaah secara kritis genealogi maksim tersebut, menunjukkan bahwa ia lahir dari sistem prosedural actio Romawi dan writ Inggris, bukan dari suatu logika hak yang berdiri sendiri, sehingga urutan historisnya justru terbalik: remedium mendahului pengakuan hak. Dengan pendekatan genealogi Foucauldian dan metode trashing Critical Legal Studies, artikel ini membongkar bagaimana maksim tersebut berfungsi sebagai teknologi legitimasi kekuasaan negara, khususnya ketika negara sendiri menjadi subjek yang digugat. Trikotomi responsibility, liability, dan accountability digunakan sebagai pisau analisis untuk menjelaskan mengapa rantai linear ubi ius ibi remedium terputus ketika berhadapan dengan imunitas negara, dan bagaimana accountability administratif tampil sebagai lapisan penambal. Hasil kajian menunjukkan perlunya rekonstruksi doktrin melalui Doktrin Tanggung Jawab Berlapis, yang mengintegrasikan liability perdata konvensional, accountability administratif, dan akuntabilitas politik sebagai satu kesatuan sistemik dalam konteks pertanggungjawaban perdata negara Indonesia.

Jurnal Supremasi hukum adalah jurnal yang membahas seputar publikasi kajian Ilmu Hukum Pidana, Hukum Perdata, Hukum Islam, dan Hukum Internasional menggunakan sistem Open Jurnal System (OJS). Adapun ruang lingkup Fokus pada kajian Hukum Pidana, Hukum Perdata, Hukum Bisnis, Hukum Pajak, Hukum Ketenagakerjaan, Hukum Agraria, Hukum Pidana Internasional, Hukum Perdata Internasional, Kriminologi, Hukum Keluarga, dan Hukum Islam .   Penulis harus menulis artikel sesuai dengan panduan pada template dan ketentuan etika publikasi yang telah ditentukan dalam template yang tersedia pada jurnal Supremasi Hukum. Editor hanya akan menerima artikel yang belum pernah di publikasi pada jurnal lain dan telah memenuhi ketentuan penulisan teknis dan substansi yang telah ditentukan. Dalam prosesnya menerapkan prosedur penilaian Double Blind. yaitu penulis dan mitra bestari tidak saling mengenal identitasnya.  Jurnal Supremasi hukum diterbitkan setahun 2x yaitu pada bulan April dan Oktober. Penerbit mengundang akademisi, praktisi dan peneliti untuk berkontribusi dalam penulisan ilmiah gagasan dan fikirannya untuk dimuat dan dipublikasikan dalam jurnal ini.

Downloads

Published

2026-10-23

How to Cite

GENEALOGI UBI IUS IBI REMEDIUM DALAM REKONSTRUKSI PERTANGGUNGJAWABAN PERDATA NEGARATHE GENEALOGY OF UBI IUS IBI REMEDIUM AND THE RECONSTRUCTION OF STATE CIVIL LIABILITY. (2026). Jurnal Supremasi Hukum, 2(2), 34-44. https://ojs.kayyismuliajaya.org/index.php/hukum/article/view/370