Ketidaksantunan Berbahasa pada Debat Capres 2024
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan strategi ketidaksantunan berbahasa dalam debat calon presiden (capres) 2024. Pendekatan yang digunakan adalah pragmatik dengan teori ketidaksantunan dari Bousfield dan strategi ketidaksantunan menurut Culpeper. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan data berupa kutipan tuturan dari tiga sesi debat capres yang disiarkan secara nasional pada Desember 2023 hingga Januari 2024. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan teknik catat, sementara analisis data menggunakan metode padan dan metode agih. Metode padan mencakup teknik referensial dan pragmatis untuk menafsirkan makna dan tingkat ketidaksantunan tuturan, sedangkan metode agih dilakukan dengan teknik pilah unsur penentu (PUP) untuk mengidentifikasi bentuk kebahasaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk ketidaksantunan yang paling dominan meliputi kesembronoan, melecehkan muka, dan menghilangkan muka dan mengancam muka, yang diwujudkan melalui sindiran, ejekan, dan sarkasme. Adapun strategi ketidaksantunan yang ditemukan mencakup bald on record impoliteness, mock politeness, positive impoliteness, dan negative impoliteness. Ketidaksantunan ini digunakan secara strategis oleh para kandidat untuk memperkuat posisi, mendominasi wacana, serta merusak citra lawan. Penelitian ini merekomendasikan studi lanjutan dengan cakupan data dan perspektif teori yang lebih beragam.



