Gangguan Berbicara Manja Pada Tuturan Orang Tua Ke Anak

Penulis

  • Maharani Maharani Universitas Pamulang Penulis

Kata Kunci:

Gangguan berbicara, Berbicara manja, Psikolinguistik, Orang tua, Anak

Abstrak

Setiap manusia memiliki kemampuan untuk berbicara. Pada beberapa kasus kemampuan berbicara mengalami gangguan yang membuat perkembangan keterampilan berbahasanya terhambat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk gangguan berbicara manja pada tuturan orang tua kepada anak serta mengidentifikasi faktor penyebabnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikolinguistik dengan metode deskriptif kualitatif. Teori utama yang digunakan adalah teori gangguan berbahasa dari Abdul Chaer dan klasifikasi perubahan bunyi dari Akhyaruddin. Subjek penelitian adalah seorang ibu berinisial ES yang kerap menggunakan gaya bicara manja saat berinteraksi dengan anak kandungnya. Data penelitian diperoleh dari tuturan langsung subjek kepada anak-anaknya. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi tidak langsung (simak bebas libat cakap), rekam, dan catat yang dilakukan pada bulan mei hingga juni 2025. Teknik analisis data dilakukan dengan metode padan dan metode agih, dengan teknik dasar daya pilah untuk mengidentifikasi perubahan bunyi. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam tuturan ES terdapat bentuk perubahan bunyi seperti asimilasi, disimilasi, modifikasi vokal, zeroinisasi, anaptiksis, dan metatesis. Gaya berbicara manja yang digunakan menunjukkan penyimpangan dari bentuk bahasa baku dan mencerminkan ciri khas emosional dalam komunikasi orang tua dan anak. Faktor-faktor penyebab gangguan berbicara manja ini meliputi kondisi psikologis dan pengaruh lingkungan sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa berbicara manja merupakan gejala linguistik yang dipengaruhi oleh kondisi psikis dan sosial penutur, serta memiliki implikasi terhadap perkembangan bahasa anak dalam interaksi keluarga.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-17