Nilai Sosial Dalam Novel Sayap-Sayap Patah Karya Khalil Gibran (Kajian Sosiologi Sastra)
Kata Kunci:
Nilai Sosial; Sosiologi Sastra; Fungsi Nilai Sosial; Sayap-Sayap Patah; Realitas sosialAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan macam-macam nilai sosial dan fungsi nilai sosial yang terkandung dalam novel "Sayap-Sayap Patah" karya Khalil Gibran. Menggunakan pendekatan sosiologi sastra dengan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis realitas sosial yang tercermin melalui peristiwa dan karakter dalam novel. Sumber data primer adalah novel "Sayap-Sayap Patah" yang diterbitkan pada tahun 2021 dengan tebal 144 halaman, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai jurnal, skripsi, dan buku relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan teori nilai sosial dari Zubaedi, yang mencakup kasih sayang, tanggung jawab, dan keserasian hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini memuat berbagai nilai sosial yang membentuk karakter dan alur cerita. Fungsi nilai sosial dalam novel ini terbagi menjadi tiga: sebagai pedoman berperilaku yang membimbing tokoh dalam pengambilan keputusan; sebagai kontrol sosial yang membatasi perilaku individu agar sesuai dengan norma masyarakat; dan sebagai pelindung sosial yang memberikan rasa aman serta menjaga tokoh dari kehancuran moral dan psikologis. Nilai kasih sayang terwujud dalam kesetiaan, tolong-menolong, kepedulian, kekeluargaan, dan pengabdian, yang tercermin dalam hubungan mendalam antara tokoh "Aku" dan Selma, meskipun dihadapkan pada tekanan sosial. Nilai tanggung jawab meliputi rasa memiliki, disiplin, dan empati, yang ditunjukkan melalui perjuangan moral tokoh dalam menghadapi keputusan yang memengaruhi nasib mereka. Sementara itu, nilai keserasian hidup tercermin dalam keadilan, toleransi, dan kerja sama, terutama dalam konteks tokoh yang berupaya menyelaraskan kehendak pribadi dengan norma dan budaya yang mengekang. Dengan demikian, novel "Sayap-Sayap Patah" tidak hanya menyajikan kisah cinta tragis, tetapi juga refleksi mendalam tentang kehidupan sosial, struktur kekuasaan, dan nilai-nilai kemanusiaan, menjadikannya sebagai media pembelajaran nilai dan karakter yang relevan.


