Pemelesetan kata Kang Dedi Mulyadi KDM di Media Sosial

Penulis

  • Titin Susi Lawati Universitas pamulang Penulis
  • Nasywa Hafizhah Universitas Pamulang Penulis

Abstrak

Pemelesetan nama tokoh publik di media sosial merupakan gejala kebahasaan yang mencerminkan dinamika sosial dan budaya masyarakat digital. Penelitian ini menyoroti berbagai bentuk plesetan terhadap nama Kang Dedi Mulyadi (KDM), politisi asal Jawa Barat, yang populer di ruang digital dengan julukan-julukan seperti "Kang Dedi Merakyat," "King Dedi Mulyadi, dan "Kang Dedi Memikat." Ragam plesetan ini tidak hanya hadir sebagai bentuk hiburan, tetapi juga memuat pesan simbolik berupa kritik, sanjungan, hingga pencitraan politik. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana public memaknai dan membentuk kembali citra KDM melalui strategi kebahasaan tersebut.

 

Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode analisis wacana kritis. Sumber data berupa komentar publik yang diambil dari media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Twitter, yang secara eksplisit memuat pemelesetan terhadap nama KDM. Analisis difokuskan pada bentuk linguistik plesetan serta konteks sosial-politik yang melatarbelakanginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemelesetan nama KDM berfungsi sebagai sarana simbolik yang mencerminkan relasi kuasa antara tokoh politik dan. masyarakat. Dengan menggunakan perspektif antropolinguistik, studi ini menunjukkan bahwa bahasa di media sosial tidak pernah bebas nilai, melainkan menjadi medium ideologis tempat publik mengekspresikan kritik, afiliasi, atau aspirasi terhadap pemimpin politik.

Unduhan

Diterbitkan

2025-08-04