Makna dan Nilai Budaya dalam Lirik Kidung Prosesi Adat Sunda di Kanal YouTube Sagaviya
Kata Kunci:
kidung sawer, antropolinguistik, nilai budaya, semiotika Roland Bhartes, pernikahan sundaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna denotasi dan konotasi serta nilai-nilai budaya yang terkandung dalam lirik kidung sawer dalam prosesi adat pernikahan Sunda. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Peneliti menggunakan dua jenis data, yaitu data primer dokumentasi video yang disertai teks kidung sawer dalam prosesi dat pernikahan Sunda dan data sekunder berupa buku-buku dan jurnal penelitian sebelumnya. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan studi Pustaka lalu dianalisis dengan bersandar pada teori Semiotika Roland Bhartes dan teori Nilai-Nilai Budaya menurut Djamaris dkk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lirik kidung dalam prosesi adat memiliki makna denotative (harfiah), makna konotatif (kiasan) yang mencerminkan pesan moral, doa, nasihat, dan harapan kepada pasangan pengantin, dan mitos seperti pernikahan sebagai bentuk penghambaan kepada Tuhan, cinta sebagai kunci rumah tangga, peran gender yang kaku antara laki-laki dan perempuan dalam rumah tangga, serta anggapan restu leluhur dan pelaksanaan adat secara utuh akan membawa keberkahan. Adapun lima nilai budaya dalam kidung sawer menurut Djamaris dkk. Yaitu : 1) nilai hubungan manusia dengan Tuhan tampak dari doa dan pujian sebagai bentuk penghambaan; 2) hubungan dengan alam terlihat dari kesadaran hidup dalam tatanan semesta; 3) hubungan dengan masyarakat tercermin lewat prosesi meriah yang melibatkan banyak orang; 4) hubungan dengan orang lain ditunjukkan melalui nasihat kehidupan rumah tangga; dan 5) hubungan dengan diri sendiri tampak dari ajakan menjaga sikap dan tanggung jawab. Media digital seperti YouTube turut mendukung pelestarian tradisi ini secara luas.


